Lompat ke isi utama

Berita

Menuju Pemilu 2029, Bawaslu Perkuat Peran Masyarakat Lewat Pendidikan Pengawasan Partisipatif

-

MOROWALI - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, sukses menyelenggarakan kegiatan Pengawasan Partisipatif (P2P) pada Senin (20/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Bawaslu dalam memperkuat keterlibatan masyarakat untuk mengawal jalannya demokrasi menuju Pemilu 2029.

Mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat", kegiatan P2P dilaksanakan melalui dua tahapan. Tahap pertama berupa pembelajaran mandiri menggunakan modul yang telah dibagikan kepada seluruh peserta sejak Senin (13/7) hingga Sabtu (18/7). Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan sesi tatap muka secara daring yang menjadi ruang diskusi sekaligus pendalaman materi.

Kegiatan tatap muka tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Morowali, Aliamin, didampingi dua anggota Bawaslu Morowali, Elsevin Lansinara dan Sarifa Fadlia Abubakar.

Dalam sambutannya, Aliamin menegaskan bahwa Pengawasan Partisipatif merupakan salah satu program strategis Bawaslu untuk membangun kesadaran masyarakat agar turut berperan aktif dalam mengawal seluruh proses demokrasi.

Pada sesi penyampaian materi, Koordinator Divisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S), Elsevin Lansinara, menjelaskan bahwa setiap tahapan pemilu memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, baik dalam proses persiapan maupun pelaksanaannya. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menimbulkan pelanggaran maupun sengketa proses pemilu apabila tidak diantisipasi sejak dini.

"Maka dari itu, hal pertama yang dilakukan Bawaslu untuk mencegah potensi pelanggaran dan sengketa proses adalah melakukan mitigasi, memperluas edukasi, berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk menyelenggarakan pendidikan pengawas partisipatif untuk membangkitkan semangat kita bersama dalam mengawal demokrasi," ujar Elsevin.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Morowali, Sarifa Fadlia Abubakar, menekankan bahwa menjaga integritas pemilu bukan semata menjadi tanggung jawab penyelenggara, melainkan memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

"Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir agen-agen pengawasan partisipatif yang mampu menjadi role model dan menginspirasi yang lain, terutama dalam menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi serta mengawal setiap tahapan Pemilu 2029," kata Sarifa.

Ia meyakini bahwa perubahan besar selalu berawal dari individu yang memiliki kemauan untuk bergerak dan mengajak orang lain melakukan hal yang sama.

"Mungkin bukan tokoh terkenal, tetapi orang biasa yang mau memulai. Saya percaya peserta P2P ini akan membawa semangat baru untuk ikut menjaga demokrasi di Kabupaten Morowali," tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung dari pagi hingga sore hari, para peserta memperoleh berbagai materi mengenai kepemiluan, konsep pengawasan partisipatif, hingga tata cara menyampaikan laporan dugaan pelanggaran pemilu. Materi tersebut disampaikan oleh Elsevin Lansinara dan Sarifa Fadlia Abubakar.

Suasana diskusi berlangsung interaktif. Peserta yang mengikuti kegiatan secara daring tampak antusias menyampaikan pandangan, berbagi pengalaman, serta mengajukan berbagai pertanyaan kepada para narasumber terkait pengawasan pemilu.

Melalui kegiatan Pengawasan Partisipatif ini, Bawaslu Kabupaten Morowali berharap dapat membangun kolaborasi yang semakin kuat antara penyelenggara pemilu dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan Pemilu 2029 yang demokratis, berintegritas, dan bermartabat.

#BawasluMorowali

#PendidikanPengawasanPartisipatif

Penulis dan Foto : Humas Bawaslu Morowali

Editor : Humas Bawaslu Morowali 

Tag
Berita