Bawaslu RI Tutup Konsolidasi Perempuan Pengawas, Srikandi Diminta Tetap Optimal
|
Jakarta - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia resmi menutup kegiatan Rapat Koordinasi Konsolidasi Perempuan Pengawas Pemilihan Umum dan Masyarakat Sipil dengan tema “Mewujudkan Ekosistem Pemilu Inklusif, Anti Kekerasan, dan Berbasis Transformasi Digital”, Selasa (23/12/2025).
Penutupan kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, yang menyampaikan pesan kepada seluruh srikandi pengawas pemilu agar tetap menjalankan tugas pengawasan secara optimal meskipun dihadapkan pada kebijakan efisiensi anggaran.
Rahmat menyampaikan bahwa ke depan, sebagian besar kegiatan rapat koordinasi Bawaslu akan lebih banyak dilaksanakan secara daring sebagai bentuk penyesuaian terhadap efisiensi anggaran yang berlaku.
“Diharapkan kinerja para srikandi tetap optimal, walau seluruh kegiatan hanya akan dilakukan melalui media Zoom,” harap Rahmat.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghalang bagi komitmen pengawas pemilu, khususnya perempuan pengawas, dalam menjaga kualitas demokrasi yang inklusif dan berintegritas.
Kegiatan penutupan ini dihadiri oleh seluruh srikandi pengawas pemilu dari berbagai provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia.
Srikandi yang turut hadir dalam kegiatan tersebut adalah Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) Bawaslu Kabupaten Morowali, Sarifah Fadlia Abubakar bersama Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa(P3S) Bawaslu Kabupaten Morowali, Elsevin Lansinara.
Sarifah menyampaikan bahwa kerja-kerja pengawasan oleh srikandi di Bawaslu Kabupaten Morowali akan terus dioptimalkan meskipun berada dalam kondisi efisiensi anggaran.
“Walaupun dihadapkan pada efisiensi anggaran, kerja-kerja pengawasan di Bawaslu Kabupaten Morowali akan terus kami optimalkan sebagai bentuk upaya pertanggungjawaban atas kewajiban kami sebagai pengawas pemilu,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa komitmen tersebut sejalan dengan semangat konsolidasi nasional perempuan pengawas pemilu untuk tetap menjaga pengawasan yang inklusif, responsif, dan sensitif terhadap isu-isu kekerasan serta kelompok rentan.
Kegiatan konsolidasi ini ditutup dengan penampilan pentas seni yang dibawakan oleh para srikandi pengawas pemilu dari berbagai daerah, mulai dari ujung barat hingga ujung timur Indonesia.
Penampilan tersebut menjadi simbol keberagaman, solidaritas, dan semangat kebersamaan perempuan pengawas pemilu dalam mengawal demokrasi Indonesia.
Penulis: Dika